Sabtu, 04 Desember 2010

lainsyakartum laadzidannakum wa lainkafartum inna adzabi lasyadid

Ada seorang yang sangat kaya raya bernama Furqan, dia memiliki kekayaan yang tidak akan habis tujuh turnan. Selain dengan kekayaannya itu, Furqan tidak pernah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan padanya. Dia malah sering pergi ke kelab malam dan menghabiskan hartanya hanya untuk berjudi dan foya-foya. Apabila datang waktu Shalat, dia malah menghinda untuk tidak mengerjakan shalat. Tatkala dia sedang besantai santai di beranda rumahnya, datanglah seorang kakek kakek pengemis mendekatinya, saat sang kakek itu meminta sebahagian harta dari pada Furqan, dia malah mencaci maki sang kakek itu tanpa ada perasaan sama sekali. Lalu sang kakek pun meninggalkan kediaman Furqan. Kejadian ini berbanding terbalik dengan Asfhal. Meskipun harta yang dimiliki Asfhal tidak sebanyak Furqan namun, cukup untuk menghidupi keluarganya. Datanglah seorang pengemis muda ke halaman depan rumah Ashfal. Tanpa basa-basi Ashfal pun langsung mengambil Rp. 5000 untuk di berikan kepada pngemis tersebut.

Satu bulan kemudian, Furqan yang dengan kekayaan nya itu tidak bisa menyembuhkan penyakit jantung koroner yang dideritanya sekitar 2 minggu lalu dan akhirnya meninggal. Namun si Ashfal yang menderita penyakit jantung pula namun akhirnya sembuh.

Sahabatku, dari kisah di atas kita dapat mengetahui bahwa jika kita dapat menarik kesimpulan bahwa Allah akan memberikan kita nikmat yang harus kita syukuri karena jika tidak Allah akan memberikan kita Azab yang pedih.

Na'udzubillahimindzalik

Tidak ada komentar: