Sahabat, kerap kali kita mendengar berita tentang kematian dari kerabat, teman, bahkan keluarga kita sendiri. Namun taukah sahabat, kematian bukanlah ssuatu hal yang harus ditakuti, justru kita harus selalu mengingat mati agar selalu menumpuk pahala dan selalu memohon ampun pada Sang Khalik.
Sahabat, ada sebuah hadis mengatakan 'shalatlah kamu sebelum kamu di shalatkan'. Tentu hadis ini mengingatkan kita agar kita selalu taat beribadah kepada Allah SWT terutama shalat. Seperti kita tahu, shalat merupakan amalan yang pertama kali akan di hisab di akhirat nanti dan bobot timbangannya pun lebih berat (wallahua'lam bissawab).
Sahabat, ada sebuah kisah yang mungkin dapat memotivasi kita untuk selalu mengerjakan shalat tentu bukan sebagai ritual saja namun sebagai kebutuhan.
Suatu ketika ada 2 orang pemuda, yang satu bernama Abdul Kadir yang satu lagi bernama Amirudin. Abdul Kadir ini adalah orang yang sangat pandai dalam ilmu Agama dia kerap kali memberikan ilmunya yang dia ketahui kepada orang lain, khususnya kepada teman-temannya yang berada di sekolah. Dia pun dikenal sebagai orang yang santun, baik, dan sopan. Sementara Amirudin, merupakan orang yang tidak terlalu paham Agama dikenal oleh teman-temannya sebagai orang yang usil, dan tidak berperilaku sopan.
Suatu hari, mereka berdua pulang bersama dan menemukan bendera kuning tergantung di tiang listrik yang bertuliskan 'Sofyan Bin Mu'asyir', lalu Amirudin bertanya pada Abdul Kadir, "dul, yang meninggal itu Pak RT kan?" si Abdul pun menjawab, "iya itu si Pak RT, Ya Allah semoga diterima disisi Allah".
Sesaat kemudian Udin bertanya pada Dul, "dul, emang kalo kita meninggal kita gak awa apa apa ya?" Dul menjawab, "iya din segala yang kita miliki di dunia ini fana alias hanya sementara semuanya tuh cuman titipan dari Allah." "terus kalo kita meninggal kita di apain aja?" "yaa kita di mandiin, di kafanin, di shalatin, di kuburin. Selesai dah" "kok serem sih? gue jadi merinding dengernya".
Sejak saat itu Amirudin lalu mendalami ilmu Agama karena dia takut akan ilmu yang diberikan oleh Abdul Kadir tersebut.
Sahabat, jadi kita tidak perlu takut dengan yang namanya kematian, justru kita harus mensikapinya dan mencoba untuk berubah demi kebaikan dunia dan akhirat. Makna yang dapat kita ambil adalah: Pertama jangan mensikapi segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah kekal, karena yang hidup kekal nanti hanyalah di akhirat, kedua kita akan sendirian di liang lahat nanti, maka perbanyaklah beramal soleh.
Ingatlah mati setiap hari agar engkau selalu berbuat baik dan takut untuk berbuat dosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar