Ini kisah nyata, aku yang saat ini berkuliah di Surabaya rasanya sudah mulai srek dengan keaadaan yang ada. ini butuh waktu 4 bulan untuk merasa nyaman di kehidupanku yang baru.
Dari sekian hal yang membuatku betah di Surabaya, ada satu hal yang menurutku itu lucu tapi juga ngeselin. Ya ada yang memanggilku Pakde (panggilan untuk seorang yang dituakan di tanah jawa). Entah siapa yang memanggilku dengan sebutan itu pertama kali dan dampaknya sekarang aku lebih sering dipanggil pakde ketimbang memanggil nama asliku, ya itu tidak masalah sebenarnya, yang bermasalah adalah yang sepeerti ini.
Ketika sedang mengikuti kegiatan perkuliahan outdoor, salah satu fasilitator memanggilku sambil berkata, "mas, kuliah disini ngambil S2 ya?" Dalam hatiku 'hahaha bisa saja ini mas fasil' tapi itu masih bukan masalah yang terlalu serius, kubalas saja, "bukan mas saya maba S3 di sini" Hampir sebagian teman teman yang ada didekatku tertawa. Selanjutnya ada lagi yang membuatku cukup kesal. Ketika sedang berjalan menuju gazebo saat sore, aku berpapasan dengan salah satu temanku lalu dia sambil berkata, "sore mas depkeu." Aku mendengarnya cukup kesal dan membalasnya, "woi! mukaku gak setua itu!" Ya memang ada beberapa mahasiswa di kampusku yang berasal dari Departemen Keuangan yang sengaja disekolahkan untuk bisa membuat sebuah program nantinya. Ya begitulah mungkin teman temanku menganggap aku memiliki muka yang boros untuk remaja berusia 18 tahun, tapi aku tahu bahwa itu hanya guyonan saja. Ada juga senior yang menyapaku saat sedang melakukan pelatihan yang diselenggarakan LDK dan berlokasi di masjid, "mas mas, angkatan 2007 ya?" Ya aku hanya bisa tertawa.
Hmmm....... ya mungkin rupaku memang 'boros' bagi sebagian teman temanku, tapi itulah yang akan membuat aku dikenal dan dikenang nantinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar