Kamis, 31 Januari 2013
Perjuangkan Cita-Citamu
Usaha sebanding dengan apa yang akan didapat." Ya, ungkapan ini sejalan dengan apa yang dialami oleh Hasbi, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto, Jawa tengah. tepatnya satu tahun yang lalu, saat aku dan Hasbi berjuang bersama untuk mendapatkan kursi di bangku perguruan tinggi. Memang kami berbeda minat tetapi kami berjuang bersama sama. Keinginan Hasbi untuk menjadi dokter memang sangat keras, dia salah satu siswa yang mendapatkan kesempatan masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN Undangan. Perjuangan pertamanya dimulai. Hasbi memilih Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Surakarta. Memang secara hitung hitungan matematis Hasbi layak mendapatkan satu kursi di FK-UNDIP. Namun, Tuhan bekata lain. Saat pengumuman tiba namanya tidak tercantum dalam daftar calon mahasiswa yang mendapatkan kursi di FK tersebut. Padahal, aku mengenal Hasbi ini orangnya pintar dan nilai-nilainya selalu cemerlang, tapi satu pertanyaanku. Kok bisa orang seperti dia tidak mendapatkan kursi di FK-UNDIP?
Hasbi tidak mau terlalu larut dalam kekecewaannya karena tidak diterimanya dia di FK-UNDIP. Kemudian dia mengalihkan fokus untuk kembai 'bertarung' di SNMPTN Tulis dan seperti keinginan awalnya, dia tetap akan mencoba untuk masuk FK dan pilihannya adalah UGM dan UNS. Kemudian dia bertolak ke Yogyakarta untuk menjalani tes SNMPTN Tulis dan aku pun juga bertolak kesana untuk menjalani tes karena pilihanku adalah untuk menjadi salah satu mahasiswa UGM. Namun, mimpiku tidak tercapai dan aku kini berada di ITS. Singkat cerita, pengumuman kelulusan SNMPTN Tulis akhirnya tiba, Hasbi yang sudah melihat hasilnya meng-update di jejaring sosial Twitter, "mungkin belum saatnya, ya Allah tuntunlah aku." Segera aku bertanya pada Hasbi, "tidak lolos ya? tenang, masih ada SIMAK dan Ujian Mandiri lainnya." Aku menghibur. "makasih ya ga, okeeee tetap semangat!!" begitu balasnya.
Kemudian Hasbi mengikuti beberapa Ujian Mandiri yang diadakan berbagai universitas di Indonesia, mulai dari SIMAK UI, UM UNPAD, UNDIP, UNS, UNAIR, hingga UNSOED, karena itu yang terakhir. Beberapa tes dia jalani namun hasilnya? ya dari SIMAK UI hingga UM UNAIR dia gagal dan pada akhirnya dia diterima di FK UNSOED. Betapa gembiranya Hasbi saat mendapati namanya di papan pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Jendral Soedirman. Sejak saat itulah dia akan membuat mimpinya menjadi nyata, menjadi seorang dokter yang handal.
Inilah kisah perjuangan seorang pemuda yang ingin mewujudkan mimpinya, hingga harus ditolak di beberapa ujian masuk di beberapa universitas di Indonesia. Setelah diterima Hasbi mengatakan ini padaku, "Bro (panggilan akrab), kalo lo pingin mewujudkan cita-cita lo gak perlu ragu! Nekat kalo perlu!" Omongannya itu bukanlah isapan jempol belaka, dia membuktikan bahwa dialah satu-satunya siswa di sekolahku yang berhasil duduk di PTN predikat "calon dokter" sisanya? mereka menyerah dan masuk ke PTS dengan predikat yang sama.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar