Jumat, 01 Februari 2013

Pendidikan Indonesia, Ahh.....

"Carut marut," mungkin ini kata yang tepat untuk sebuah sistem pendidikan di negeri yang besar ini. Seakan akan pendidikan di negara kita ini tidak tertata dengan rapi. Bayangkan saja, terlihat sekali perbedaan antara sekolah sekolah besar di kota besar dibandingkan dengan sekolah sekolah kecil di pinggiran kota, sangat terlihat kejomplangan pendidikannya meskipun kurikulum yang diterapkan sama. Kenapa bisa berebeda ya? Karena posisi sekolahnya? atau karena faktor finansial? Mungkin warga masyarakat yang tau jawabannya.

Lalu apa sih yang membuat pendidikan di Indonesia ini carut marut? Inilah beberapa alasan yang dapat saya kemukakan:

1. Kurikulum yang 'labil'
Kenapa bisa saya katakan labil? bayangkan, kiat sudah berubah kurikulum sebanyak sepuluh kali, mulai   tahun 1945, 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006. Ya, perubahan ini memang dikarenakan perubahan sistem politik di negara kita ini. Tapi sejak 2004 dan 2006 perubahan itu bukan dilihat karena perubahan sistem politik, tetapi ketidakpuasan Mentri pendidikan saat itu yang menilai masih kurang. Akankah berubah kagi kurikulum di Indonesia? Lalu kapan pendidikan ini maju?

2. Meniru Negeri Lain
Hmm...... saya rasa itu tidak perlu, kenapa? Kita ini negara yang besar, kalau perlu kita yang memengaruhi negeri lain sehingga mengikuti kurikulum pendidikan yang kita gunakan. Dahulu Indonesia dikenal warga Asia Tenggara seebagai negara yang kaya akan ilmu pengetahuan, sehingga kurikulum pengajaran kita dipakai di negara mereka, Caranya? Mereka belajar ke Indonesia untuk mengetahui bagaimana kurikulum kita, selain memang tujuan utama, yakni menuntut ilmu. Tetapi yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Kita lebih memilih untuk menuntut ilmu ke luar negeri. Miris? saya rasa iya.

3. Biaya
Ini masalah terbesar mengapa pendidikan di Indonesia sungguh sulit untuk ditempuh. Bagaimana tidak? Pemerintah menetapkan "Setiap warga negara indonesia wajib menempuh pendidikan selama 12 tahun." Ya kalau saja biaya pendidikan lebih murah, mungkin banyak masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kesempatan belajar 12 tahun lamanya, lebih baik lagi hingga pendidikan tingkat tinggi. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Banyak warga Indonesia yang putus sekolah, bervariasi, mulai dari hanya lulusan SMA, SMP, bahkan ada yanng tidak dapat lulus hingga SD. Oh, negeriku yang lucu sekali.

Itu tadi sedikit dari alasan mengapa pendidikan Indonesia ini carut marut. Ada alasan lain? mungkin bisa Anda pikirkan sendiri. Saya hanya bisa mengatakan, betapa lucunya negeriku.

Tidak ada komentar: