Senin, 01 April 2013

Jawara Musik, Kemana Kalian?

Melihat perkembangan musik dalam negeri yang errr.....agak hancur ini membuat gue sedikit prihatin. Bagaimana tidak? yang gue lihat saat ini adalah sekumpulan lelaki atau perempuan yang bernyanyi bersamaan dengan tarian yang tidak jelas. Lalu kemana jawara musik tanah air yang dulu menghiasi dunia musik Indonesia?

Mari kita kembali pada masa-masa tahun 1960-an sampai 2000-an. Sangat banyak musik musik Indonesia yang berkualitas tinggi dan enak didengar. Sebut saja Koes Plus, Soneta Group, Sheila On 7, Ungu, Padi, Dewa 19, dan masih banyak lagi. Mereka inilah yang membuat gue suka akan musik Indonesia, tentunya sebelum segerombolan lelaki atau perempuan yang bernyanyi bersamaan itu menyerang.

Kemana sekarang para jawara musik Indonesia itu? Semakin kesini kualitas musik Indonesia semakin menurun. Itu dimulai pada awal tahun 2005, ketika itu band asal Lampung dengan vokalis yang yaa lo taulah siapa dia, mulai merambah industri musik Indonesia dengan aliran yang mendayu-dayu dan bisa dibilang 'Alay.' Well no offense ya dan hal ini mulai menjamur yang mengakibatkan banyak sekali band band Indonesia bermunculan hampir sama dengan band asal Lampung itu. Hal ini terjadi hingga akhir tauhn 2011. Pada tahun 2012, ya, serangan musik Indonesia yang membuat gue akhirnya 'ill feel' sama musik Indonesia sendiri akhirnya meledak. Ya, merekalah para lelaki dan perempuan yang menyanyikan lagu secara bersamaan dengan tarian itu. Parahnya lagu lagu yang mereka bawakan adalah hasil 'jiplakan' dan lagu lagu lama yang di aransemen ulang. Get a life! Kalau mau dibilang sebagai seniman ya harus kreatif dong? itulah yang bikin gue merasa 'ill feel.'

Tapi gak semua musisi Indonesia sekarang seperti itu, yaa sudah mulai bermunculan musisi musisi yang keren kalau gue bilang, seperti Adera, Raissa, Barry Likumahuwa, dan banyak lagi. Itulah obat buat para pecinta musik Indonesia yang merasa 'ill feel' dan juga untuk musik Indonesia.

Tidak ada komentar: