Rabu, 27 Maret 2013

Gaza, Kisahmu Dulu dan Sekarang




Jalur Gaza. Kalau kita mendengar dua kata tersebut pasti akan langsung terbayang dengan kondisi Gaza, Palestina. Kita langsung terbayang dengan tembakan laras panjang yang menerpa warga Gaza, luncuran misil yang mengenai gedung gedung di Gaza, tank tank yang menggempur disetiap sudut kota Gaza. Serangan gencar para tentara Zionis Israel di setiap waktu yang membuat warga Gaza tidak tenang, baik siang maupun malam. Warga Gaza tidak tenang karena selalu dibayang-bayangi oleh kedatangan “malaikat maut” yang setiap saat bisa mencabut nyawa mereka. Kekejaman tentara Zionis Israel sudah berlangsung lama, tepatnya pada bulan Juni tahun 1967 yang pendudukan ini merupakan kali kedua setelah pendudukan pertama kali pada Novmber 1959.
Pendudukan Israel ini didasari pada Perkataan Musa A.S. kepada Bani Israil mengenai tanah yang dijanjikan, “Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.” (QS. al-Maidah: 21). Pada ayat ini diterangkan dengan jelas, bahwa Allah SWT telah memberikan tanah yang dijanjikan (Palestina) dengan cara menduduki daerah yang sudah dihuni dan mereka bisa mendapatkan daerah itu apabila mereka dapat menguasai daerah itu. Tapi pada kenyataannya, kaum Bani Israil menolak untuk menyerang daerah itu, dijelaskan pada ayat selanjutnya, “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari sana. Jika mereka telah ke luar dari situ, pasti kami akan memasukinya.”  (QS. Al-Maidah: 22). Kaum Bani Israil hanya ingin menikmati kehidupan yang nyaman, dengan hanya mengharapkan mukjizat turun dari langit dengan doa Nabi Musa A.S.  Pada ayat itu pula dapat ditafsirkan bahwa kaum Bani Israil hanya menginginkan Nabi Musa A.S. dan Allah SWT untuk menaklukan daerah tersebut.
Saat ini kaum Bani Israil telah berubah, mereka sudah melihat celah untuk menaklukan “tanah yang dijanjikan” itu. Mereka melihat sudah banyak kelemahan yang ada pada penduduk daerah itu seperti, tidak berkembangnya ilmu pengetahuan perang dan keperkasaan dalam berperang. Maka dengan keadaan ini, Kaum Bani Israil yang dengan pemikiran yang lebih matang dan ilmu pengetahuan yang jauh lebih berkembang, berani untuk menyerang daerah tersebut, ya itu Gaza. Tanah yang dijanjikan Tuhan.

Kekejaman kaum zionis Israel semakin menjadi-jadi, yang terakhir adalah mereka melakukan penyerangan ke Gaza berupa serangan rudal yang menewaskan hampir 30 jiwa disana. Bukan berarti warga Palestina tanpa tindakan, setelah diserang, mereka membalas serangan yang dilancarkan kaum zionis Israel dengan cara yang sama. Yakni dengan meluncurkan rudal yang mengarah ke kota Tel Aviv. Aksi tersebut menimbulkan reaksi yang tinggi dari pemerintah dunia (PBB) yang langsung mengambil langkah untuk menentukan status kenegaraan Palestina. Karena yang sudah dilakukan oleh kaum zionis Israel ini sudah kelewatan, maka dilakukanlah sidang untuk menentukannya. Hasilnya membuat seluruh dunia banyak mengirimkan ucapan selamat atas dikukuhkannya Palestina sebagai negara. Namun, kaum Zionis Israel lagi lagi melakukan serangan yang membuat dunia kembali naik pitam dan mengundang reaksi dari orang-orang besar di dunia. Diantaranya para atlit sepak bola seperti Ronaldo Luiz dari Brasiil dan Cristiano Ronaldo dari Portugal. Memang kedua orang ini tidak beragama Muslim, tetapi mereka berdua menunjukkan aksi nyata melawan kekejaman kaum zionis Israel. Contohnya yag terbaru adalah saat Timnas Portugal bertanding dengan Timnas Israel dalam babak kualifikasi piala dunia 2014. Saat itu hasil akhir imbang untuk kedua tim. Terjadi momen mengejutkan ketika Cristiano Ronaldo menolak untuk bertukar kaos dengan salah satu pemain Israel. Dia mengunkapkan bahwa kejadian yang terjadi antara Israel dan Palestina yang belum menemui titik temu dan mengatakan bahwa dia berada di bumi Palestina. Disinilah bukti bahwa tidak hanya umat muslim saja, namun seluruh dunia merasakan kepedihan yang dialami oleh Palestina.

Begitulah yang terjadi oleh Palestina saat ini. Bani Israil yang menentang untuk menduduki tanah yang dijanjikan oleh Allah dan memiliki keinginan yang keras sekali serta sudah ditaktdirkan untuk memiliki tingkat ilmu yang tinggi. Kejadian yang dialami oleh Palestina saat ini sungguh berbanding terbalik oleh  apa yang terjadi oleh Palestina saat ini, meskipun sudah ditetapkan sebagai Negara. Oh Palestina kisahmu dulu dan sekarang.

Tidak ada komentar: