Jalur Gaza. Kalau kita mendengar
dua kata tersebut pasti akan langsung terbayang dengan kondisi Gaza, Palestina.
Kita langsung terbayang dengan tembakan laras panjang yang menerpa warga Gaza,
luncuran misil yang mengenai gedung gedung di Gaza, tank tank yang menggempur
disetiap sudut kota Gaza. Serangan gencar para tentara Zionis Israel di setiap
waktu yang membuat warga Gaza tidak tenang, baik siang maupun malam. Warga Gaza
tidak tenang karena selalu dibayang-bayangi oleh kedatangan “malaikat maut”
yang setiap saat bisa mencabut nyawa mereka. Kekejaman tentara Zionis Israel
sudah berlangsung lama, tepatnya pada bulan Juni tahun 1967 yang pendudukan ini
merupakan kali kedua setelah pendudukan pertama kali pada Novmber 1959.
Pendudukan Israel ini didasari
pada Perkataan Musa A.S. kepada Bani Israil mengenai tanah yang dijanjikan,
“Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah
bagimu.” (QS. al-Maidah: 21). Pada ayat ini diterangkan dengan jelas, bahwa
Allah SWT telah memberikan tanah yang dijanjikan (Palestina) dengan cara
menduduki daerah yang sudah dihuni dan mereka bisa mendapatkan daerah itu
apabila mereka dapat menguasai daerah itu. Tapi pada kenyataannya, kaum Bani
Israil menolak untuk menyerang daerah itu, dijelaskan pada ayat selanjutnya,
“Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa,
sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari
sana. Jika mereka telah ke luar dari situ, pasti kami akan memasukinya.”
(QS. Al-Maidah: 22). Kaum Bani Israil hanya ingin menikmati kehidupan yang
nyaman, dengan hanya mengharapkan mukjizat turun dari langit dengan doa Nabi
Musa A.S. Pada ayat itu pula dapat ditafsirkan bahwa kaum Bani Israil
hanya menginginkan Nabi Musa A.S. dan Allah SWT untuk menaklukan daerah
tersebut.
Saat ini kaum Bani Israil telah
berubah, mereka sudah melihat celah untuk menaklukan “tanah yang dijanjikan”
itu. Mereka melihat sudah banyak kelemahan yang ada pada penduduk daerah itu
seperti, tidak berkembangnya ilmu pengetahuan perang dan keperkasaan dalam
berperang. Maka dengan keadaan ini, Kaum Bani Israil yang dengan pemikiran yang
lebih matang dan ilmu pengetahuan yang jauh lebih berkembang, berani untuk
menyerang daerah tersebut, ya itu Gaza. Tanah yang dijanjikan Tuhan.
Kekejaman kaum zionis Israel
semakin menjadi-jadi, yang terakhir adalah mereka melakukan penyerangan ke Gaza
berupa serangan rudal yang menewaskan hampir 30 jiwa disana. Bukan berarti
warga Palestina tanpa tindakan, setelah diserang, mereka membalas serangan yang
dilancarkan kaum zionis Israel dengan cara yang sama. Yakni dengan meluncurkan
rudal yang mengarah ke kota Tel Aviv. Aksi tersebut menimbulkan reaksi yang
tinggi dari pemerintah dunia (PBB) yang langsung mengambil langkah untuk
menentukan status kenegaraan Palestina. Karena yang sudah dilakukan oleh kaum
zionis Israel ini sudah kelewatan, maka dilakukanlah sidang untuk
menentukannya. Hasilnya membuat seluruh dunia banyak mengirimkan ucapan selamat
atas dikukuhkannya Palestina sebagai negara. Namun, kaum Zionis Israel lagi
lagi melakukan serangan yang membuat dunia kembali naik pitam dan mengundang
reaksi dari orang-orang besar di dunia. Diantaranya para atlit sepak bola
seperti Ronaldo Luiz dari Brasiil dan Cristiano Ronaldo dari Portugal. Memang
kedua orang ini tidak beragama Muslim, tetapi mereka berdua menunjukkan aksi
nyata melawan kekejaman kaum zionis Israel. Contohnya yag terbaru adalah saat
Timnas Portugal bertanding dengan Timnas Israel dalam babak kualifikasi piala
dunia 2014. Saat itu hasil akhir imbang untuk kedua tim. Terjadi momen
mengejutkan ketika Cristiano Ronaldo menolak untuk bertukar kaos dengan salah
satu pemain Israel. Dia mengunkapkan bahwa kejadian yang terjadi antara Israel
dan Palestina yang belum menemui titik temu dan mengatakan bahwa dia berada di
bumi Palestina. Disinilah bukti bahwa tidak hanya umat muslim saja, namun
seluruh dunia merasakan kepedihan yang dialami oleh Palestina.
Begitulah yang terjadi oleh
Palestina saat ini. Bani Israil yang menentang untuk menduduki tanah yang
dijanjikan oleh Allah dan memiliki keinginan yang keras sekali serta sudah
ditaktdirkan untuk memiliki tingkat ilmu yang tinggi. Kejadian yang dialami
oleh Palestina saat ini sungguh berbanding terbalik oleh apa yang terjadi oleh Palestina saat ini,
meskipun sudah ditetapkan sebagai Negara. Oh Palestina kisahmu dulu dan
sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar