Hari ini adalah hari pertama Subur kuliah di universitas yang ia
dambakan sejak dulu ketika SMA. Memang tidak langsung dihadapkan dengan mata
kuliah yang identik dengan tugas tugas yang banyak. Subur terlebih dahulu
diperkenalkan dengan universitas dimana dia kuliah saat ini, dengan berbagai
kegiatan seperti pengenalan lingkungan universitas yang mempertemukan dengan
teman teman baru dimana merekalah yang akan berjuang bersama sama Subur selama
kurang lebih empat tahun kedepan.
Subur terlihat senang dengan keadaannya yang baru saat ini dengan
lingkungan yang baru, teman-teman yang baru, juga ilmu yang baru. Hal itu
membuat Subur lebih bersemangat lagi dalam menjalani jenjang pendidikan yang
lebih tinggi lagi. Pada saat pertemuan Subur dengan teman teman barunya itu,
Subur merasa sangat diterima disini dan ingin terus bersama mereka sampai lulus
nanti. Tibalah saat dimana semua mahasiswa baru atau biasa disebut ‘Maba’
melalui proses ospek. Proses dimana seluruh mahasiswa baru dikenalkan dengan
kehidupan mereka yang baru di kampus, entah dari segi akademik maupun
non-akademik. Disinilah mahasiswa baru diajarkan bagaimana solidaritas dan
kerja sama dibutuhkan. Keadaan inilah yang membuat Subur semakin betah
dikampusnya yang baru, karena bisa saling dekat antara teman satu angkatan.
Semakin hari semakin Subur merasakan kedekatan yang sangat erat dari teman
teman seangkatannya itu. Namun, setelah kegiatan ospek ini berakhir Subur
merasakan ada yang tidak beres dengan teman teman seangkatannya ini. Subur merasakan
bahwa kebahagiaan dan keeratan yang dulu dia rasakan saat ospek kini mulai
memudar. Teman temannya kini sudah mulai berkelompok, seakan akan terjadi
eksklusivitas di dalam angkatannya sendiri. Bahkan sudah ada yang saling serang
menyerang. Meskipun tidak terlihat modusnya. Sampai sampai ada temannya yang
juga merasakan perpecahan didalam angkatan. Apakah sampai disini saja
persahabatannya dengan teman teman lainnya? Ataukah akan tetap utuh sampai
kapanpun? Inilah yang menjadi tantangan kehidupan yang akan Subur jalani dan
Subur tentu saja mengidamkan akhir yang baik. Namun kenyataan berkata lain,
persahabatan Subur dengan kawan kawannya berakhir, mereka semua berjalan
sendiri sendiri sesuai apa yang mereka inginkan. Ada yang berorientasi pada
kuliah, organisasi ada juga yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Rasa
persatuan yang mereka pupuk saat menjadi ‘maba’pun menguap begitu saja.
Seharusnya ini menjadi cerita yang indah yang Subur alami saat
masa menjadi mahasiswa yang kelak akan dia ceritakan kepada anak cucunya, namun
cerita yang Subur berikan nanti tidak akan lengkap, karena ada lembar yang
terlupakan dari ceritanya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar