Minggu, 05 Mei 2013

Lembar yang Terlupakan


Hari ini adalah hari pertama Subur kuliah di universitas yang ia dambakan sejak dulu ketika SMA. Memang tidak langsung dihadapkan dengan mata kuliah yang identik dengan tugas tugas yang banyak. Subur terlebih dahulu diperkenalkan dengan universitas dimana dia kuliah saat ini, dengan berbagai kegiatan seperti pengenalan lingkungan universitas yang mempertemukan dengan teman teman baru dimana merekalah yang akan berjuang bersama sama Subur selama kurang lebih empat tahun kedepan. 

Subur terlihat senang dengan keadaannya yang baru saat ini dengan lingkungan yang baru, teman-teman yang baru, juga ilmu yang baru. Hal itu membuat Subur lebih bersemangat lagi dalam menjalani jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Pada saat pertemuan Subur dengan teman teman barunya itu, Subur merasa sangat diterima disini dan ingin terus bersama mereka sampai lulus nanti. Tibalah saat dimana semua mahasiswa baru atau biasa disebut ‘Maba’ melalui proses ospek. Proses dimana seluruh mahasiswa baru dikenalkan dengan kehidupan mereka yang baru di kampus, entah dari segi akademik maupun non-akademik. Disinilah mahasiswa baru diajarkan bagaimana solidaritas dan kerja sama dibutuhkan. Keadaan inilah yang membuat Subur semakin betah dikampusnya yang baru, karena bisa saling dekat antara teman satu angkatan. Semakin hari semakin Subur merasakan kedekatan yang sangat erat dari teman teman seangkatannya itu. Namun, setelah kegiatan ospek ini berakhir Subur merasakan ada yang tidak beres dengan teman teman seangkatannya ini. Subur merasakan bahwa kebahagiaan dan keeratan yang dulu dia rasakan saat ospek kini mulai memudar. Teman temannya kini sudah mulai berkelompok, seakan akan terjadi eksklusivitas di dalam angkatannya sendiri. Bahkan sudah ada yang saling serang menyerang. Meskipun tidak terlihat modusnya. Sampai sampai ada temannya yang juga merasakan perpecahan didalam angkatan. Apakah sampai disini saja persahabatannya dengan teman teman lainnya? Ataukah akan tetap utuh sampai kapanpun? Inilah yang menjadi tantangan kehidupan yang akan Subur jalani dan Subur tentu saja mengidamkan akhir yang baik. Namun kenyataan berkata lain, persahabatan Subur dengan kawan kawannya berakhir, mereka semua berjalan sendiri sendiri sesuai apa yang mereka inginkan. Ada yang berorientasi pada kuliah, organisasi ada juga yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Rasa persatuan yang mereka pupuk saat menjadi ‘maba’pun menguap begitu saja.

Seharusnya ini menjadi cerita yang indah yang Subur alami saat masa menjadi mahasiswa yang kelak akan dia ceritakan kepada anak cucunya, namun cerita yang Subur berikan nanti tidak akan lengkap, karena ada lembar yang terlupakan dari ceritanya itu. 

Tidak ada komentar: