Jumat, 26 Juli 2013

Perjalanan Rohani (1)


Assalamu’alaikum Wr. Wb. Setelah lama gak nulis dan gak punya bahan, akhirnya punya bahan dan bakal jadi cerita yang berlanjut buat kalian semua baca. Alhamdulillah gue dikasih kesempatan untuk Umroh pada bulan Ramadhan kali ini. Oke tanpa basa basi lagi.
Gak sembarangan orang bisa melaksanakan ibadah Haji dan Umroh, karena Cuma Allah SWT yang bisa menentukan siapa yang berhak untuk ‘bertamu’ ke rumah-Nya. Hari itu adalah Kamis tanggal 18 Juli. Gue siap siap untuk menuju Jeddah melalui pesawat langsung dari Arab Saudi, perjalanan ini membutuhkan waktu 8 jam setengah untuk sampai. Melewati empat negara untuk mencapai “Negeri yang Diberkahi.” Puasa diatas pesawat gak bakal kerasa karena gak tau keadaan diluar dan dingin. Gue harus menjalani puasa 13 jam ditambah 4 jam karena perbedaan waktu dengan Arab Saudi. Ketika di pesawat gue udah memakai pakaian ihram dan udah niat dengan melalui miqat diatas pesawat. Sesampainya di Bandara King Abdul Aziz, gue terkaget karena melihat satu petugas bandara yang mirip sama temen gue, entah itu kembaran atau emang mirip aja.
Setelah masalah di bandara selesai, gue buka puasa dulu karena pas udah maghrib, sekadar info, maghribnya jam 7 dan isya jam 9 malem. Akhirnya gue melanjutkan perjalanan ke Mekah Al Mukarramah, perjalanan yang ditempuh kira kira 6 jam dan sampai di Mekah jam setengah 2. Ketika sampe/masuk di kota mekah gue ngeliat ayah dan bund ague nangis karena bisa kembali lagi, sementara gue nangis pas pertama kali ngeliat Masjidil Haram, masjid yang mempunyai nilai kebaikan 100.000 kali. Well, langsung masuk ke hotel naro barang dan langsung melaksanakan ibadah Umroh dengan agak terkantuk kantuk. Kembali lagi gue menangsi ketika melihat Ka’bah yang sudah dibangun selama 10 generasi ini, membuat gue tertunduk malu dihadapan-Nya. Gue yang hina ini bisa apa? Setelah itu Tawaf dan dilanjut solat Subuh berjamaah.  Abis itu Sa’i, gak perlu gue jelasin lagilah itu gimana, dengan menghadap bukit Shofa dan Marwah gue berdoa dan menangis lagi karena tersipu malu dengan perjuangan Siti Hajar yang mencari air untuk Nabi Ismail kecil. Lalu Tahalul, inilah rangkaian terakhir dari ibadah umroh. Menurut hadits, ketika kamu botak maka Rasulullah akan mendoakanmu sebanyak 3 kali dibanding yang gak botak. Setelah semua selesai gue minta maaf sama kedua orang tua gue, adek gue, nenek gue dan pakde gue, dan kembali menangis. Entah kenapa baru dua hari di Mekah rasanya gue nangis terus.

Disitulah gue, semua rangkaian ibadah umroh ini memang menguras fisik yang luar biasa, secara langsung, Islam menyuruh umatnya untuk memiliki tubuh yang sehat. Tenang, perjalanan gue belum selesai sampe disitu, masih banyak petualangan yang menarik. Wassalamu’alaikum.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

pak dhe, ntar kamu masuk dikira maba, botak sih, hehehe