"Ya Tuhan, hari ini aku akan kuliah. Tolong lindungi aku ya Tuhan. Amin." Itu adalah sepenggal status update dari salah seorang temanku di jejaring sosial facebook yang kalau aku lanjutkan akan sangat panjang karena isinya........ya seperti doa kita sehari hari.
Yap itulah yang terjadi belakangan ini atau bahkan sudah terjadi beberapa bulan lalu. Sering sekali aku melihat update status yang berisikan doa doa atau pengharapan, bahkan juga ada keluhan keluhan yang agak sedikit private yang bisa dilihat orang banyak. Hm, fenomena ini mengingatkanku pada sebuah bangunan yang ada di negara Israel, yaitu "Tembok Ratapan" Ya, bangunan ini memang digunakan oleh warga Israel yang beragama Yahudi untuk meratapi dosa dosa yang telah dilakukannya dan melakukan doa setiap harinya, layaknya umat Islam sholat lima kali sehari dan umat Kristen yang selalu melakukan ibadat.
Begitu pula yang terjadi di facebook dan beberapa jejaring sosial lainnya, kebanyakan orang sekarang malah mengungkapkan isi hatinya melalui wall facebook. Begitu juga untuk berdoa, mereka yang selalu meng-update pengharapan mereka untuk hari ini dan juga status status yang mengeluh karena hari yang mereka lalui.
Pertanyaannya kenapa mereka lebih memilih "tembok" ratapan itu kalau mereka punya Tuhan? Ya beginilah yang terjadi saat ini, orang orang malah lebih memilih sosial media sebagai tempat untuk berkeluh kesah, untuk curhat, dan lainnya. Bukannya malah mengadu kepada Sang Khalik, tempatnya berkeluh kesah dan meminta petunjuk. Kejadian ini membuat orang orang yang selalu meng-update seperti itu justru pasif di dunia nyata, lebih baik meng-update yang penting saja dan bermanfaat.
Inilah yang harus diubah, sudah sepantasnya kita 'hanya' mengadu dan meminta petunjuk kepada Tuhan, bukan kepada sebuah media. Yuk, kita ubah kebiasaan jelek ini agar hidup kita lebih baik lagi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar