Ikhwanul Muslimin, Muhammad
Mursi, dan R4BIA. Adalah kata kata yang
sering kita dengar saat ini yang dengan langsung orientasi kita menuju pada
suatu negara di dataran Benua Afrika bagian utara, yakni Mesir. Negara yang
saat ini sedang menjadi bahan perbincangan diberbagai kalangan dan juga di
media media, terlebih media sosial yang sedang menjadi trending topic saat ini.
Hampir disetiap sudut daerah ada yang membicarakan tentang gejolak di Negeri
Piramid ini, bahkan tidak Cuma di Indonesia saja, masalah ini sudah mengglobal.
Sampai dengan saat ini gejolak Mesir ini belum juga terselesaikan, bahkan PBB
(akhirnya) turun tangan.
Awal mula dari gejolak di
Mesir ini adalah ketidaksenangan militer terhadap kepemimpinan Presiden
terpilih Muhammad Mursi karena dinilai
tidak bisa mengatasi masalah ekonomi yang sedang jatuh waktu itu di Mesir.
Karena ketidaksenangan itulah pihak militer menggulingkan Presiden Terpilih
Muhammad Mursi dan mengkudeta pemerintahan sementara. Itulah masalah besar yang
menyebabkan gejolak di Mesir, rakyat menentang adanya kudeta militer terhadap
pemerintahan dan mendesak untuk mengembalikan pemerintahan kepada Muhammad
Mursi. Karena mereka meraasa hak terhadap demokrasi telah diambil oleh militer.
Kelompok yang melakukan perlawanan terhadap kudeta ini disebut sebagai Saudara
Muslim atau lebih dikenal sebagai Ikhawnul Muslimin. Merekalah yang gencar
terhadap kejadian tergulingnya Presiden terpilih Mursi dan terkudetanya
pemerintahan di Mesir. Puncaknya adalah saat hari Rabu yang dikenal dengan
sebagai “Rabu Berdarah.” Mengapa? Karena banyak sekali warga sipil di Mesir
yang meninggal dan luka-luka akibat bentrok dengan militer terkait pengembalian
kekuasaan yang dipegang oleh Muhammad Mursi.
Berita terakhir menyebutkan bahwa sebanyak 278 korban meninggal dunia
dan sekitar 1000 lebih korban luka luka.
Terakhir, Ikhwanul Muslimin melakukan aksi mogok di masjid masjid,
meskipun saat ini mereka sudah bubar. Bahkan hal lain yang disebabkan oleh
adanya gejolak di Mesir ini, hewan hewan di kebun binatang Kairo mencoba bunuh
diri akibat stres.
Keadaan terkini Mesir sudah
relatif tenang yang artinya hampir tidak ada kerusuhan. Hak itu membuat
wisatawan global ikut senang dengan ketenangan yang sudah ada di Mesir. Namun
ketenangan ini bukan berarti tidak ada susulan akan demonstrasi menggulingkan
rezim militer. PM interim Mesir menyebutkan bahwa meskipun Ikhwanul Muslimin
sudah bubar, bukan berarti krisis Mesir sudah berakhir.
Dengan kejadian yang melanda
Mesir ini, Negara ini mendapatkan banyak simpati dari hampir di seluruh dunia
dan kebanyakan adalah negara negara yang mayoritas berpenduduk Muslim. Arab
Saudi yang pertama kali menyatakan akan segera membantu di bidang apapun untuk
menyelesaikan konflik yang ada di Mesir, diikuti negara negara di Liga Arab,
dan negara muslim di Asia termasuk Indonesia. Namun Indonesia dinilai telat
dalam mengambil keputusan untuk membantu konflik yang ada di Mesir.
Terdapat fakta unik antara
Mesir dan Indonesia. Pertama, saat
Indonesia sudah merdeka, setahun setelah kemerdekaan RI, Mesir mengakui
kemerdekaan RI secara de facto lalu
diikuti palestina dan negara negara islam timur tengah lainnya. Kedua, saat
Surabaya diserbu saat 10 November 1945, IM (sebutan Ikhwanul Muslimin)
menggelar sholat ghaib guna mendoakan warga Indonesia yang sudah meninggal di
medan perang. Ketiga, saat Indonesia mengalami bencana tsunami pada 26 Desember
2004. Presiden terpilih Muhammad Mursi (saat itu adalah relawan yang ditunjuk
oleh IM) langsung memberikan bantuan kepada Indonesia. Lalu apakah reaksi kita
terhadap apa yang terjadi di Mesir saat ini? Bisa dibilang belum ada dan juga
lambat. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Raja Abdullah bin Abdul Azis
dari Arab Saudi yang langsung menyatakan akan membantu Mesir. Rasanya ungkapan ‘Air
susu dibalas dengan air tuba’ sangat pas untuk Indonesia. Tetapi berangsur
angsur sudah ada beberapa organisasi yang memberikan bantuan untuk Mesir yang
sedang bergejolak. Sudah merupakan suatu kemajuan dan sudah merupakan kewajiban
kita sebagai umat muslim untuk saling membantu saudara kita yang muslim di luar
sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar